Minggu, 24 Januari 2010

Perdarahan Post Partum

Perdarahan post partum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir termasuk perdarahan karena retensio plasenta.
Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala 4 lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir (Prof.Dr Rustam Mochtar, MPH, 1998).
Perdarahan post partum adalah Hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi (Williams, 1998).

Perdarahan post partum di klasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1. Early post partum : Terjadi 24 jam pertama setelah bayi lahir
2. Late post partum : terjadi lebih 24 jam pertama setelah bayi lahir.

3 hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan post partum :
oMenghentikan perdarahan
oMencegah timbulnya syock
oMengganti darah yang hilang

Hal-hal yang dicurigai akan menimbulkan perdarahan pasca persalinan:
Riwayat persalinan yang kurang baik misalnya :
1. Riwayat perdarahan pada persalinan yang terdahulu
2. Grande multipara (Lebih dari 4 anak)
3. Jarak kehamilan yang dekat (kurang dari 2 tahun)
4. Bekas operasi sesar
5. Pernah abortus sebelumnya

Gejala klinis berdasarkan penyebab Atonia Uteri:
Gejala yang selalu ada :
Uterus tidak berkontraksi dan lembek,perdarahan segera setelah anak lahir

Gejala yang kadang-kadang timbul
Syok (tekanan darah rendah), denyut nadi cepat dan kecil, ekstremitas dingin, gelisah, mual dan lain-lain.

Adapun factor predisposisi terjadinya atonia uteri :
Umur, paritas, partus lama dan partus terlantar, obstretri operatif dan narkosa, uterus terlalu regang dan besar misalnya pada gemeli, hidramnion atau janin besar, kelainan pada uterus seperti mioma uteri,uterus coupelair pada solusio plasenta,factor social ekonomi yaitu factor mal nutrisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar