Minggu, 24 Januari 2010

bidan resah jelang MusDa

Sejumlah bidan di Kabupaten Purwakarta mengaku resah menyusul beredarnya ancaman dari salah seorang kandidat Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Purwakarta yang akan menonaktifkan bidan dari PNS jika tidak memilihnya dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 IBI Cabang Purwakarta yang akan digelar pekan depan.
Sementara itu, salah seorang kandidat Ketua IBI Cabang Purwakarta, Hj. Yeyet menepis tudingan telah mengintimidasi para bidan untuk memilih dirinya. Penonaktifan PNS tidak bisa dilakukan begitu saja, tetapi harus melalui prosedur yang jelas. "Bupati pun tidak bisa begitu saja menonaktifkan PNS tanpa alasan serta prosedur yang jelas," katanya.Ketua IBI Purwakarta periode 2005-2010 Hj. Betty- Nurbaety kepada "PR", Selasa (19/1), di Kantor Puskesmas Muryamekar, Purwakarta, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah bidan yang resah setelah mendapatkan ancaman bakal dinonaktifkan dari PNS jika tidak memilih kandidat Ketua IBI Purwakarta periode 2010-2015 mendatang.
"Banyak bidan yang melaporkan kepada sya sebagai Ketua IBI Purwakarta bahwa ada kandidat yang telah kasak-kusuk melakukan kampanye dengan menebar ancaman akan menonaktifkan bidan yang berstatus PNS jika tidak memilihnya menjadi Ketua IBI periode mendatang," kata Hj. Betty.Menurut dia. Musda IBI Purwakarta akan digelar pada tanggal 26 Januari 2010 di Gedung Wicara Pemkab Purwakarta yang akan dihadiri oleh Sekitar 120 bidan yang memiliki suara untuk memilih Ketua IBI Purwakarta periode 2010-2015.
Diakuinya, dari sekitar 360 bidan yang tersebar di semua desa/kelurahan di Kab. Purwakarta berjumlah 120 bidan yang memiliki hak suara, dengan ketentuan tiga bidan memiliki satu suara.Berkaitan dengan adanya ancaman tersebut, pihaknya sudah meminta kepada para bidan untuk tidak terpengaruh terhadap ancaman yang akan menonaktifkan bidan yang berstatus PNS jika tidak memilih calon tertentu.Disebutkan, saat ini telah ada lima kandidat Ketua IBI Cabang Purwakarta masing-masing Hj. Betty Nurbaety, Hj. Yeyet, bidan Misnani, bidan Atin Rohaetin, dan bidan Unun. (A-86)*

disadur dari : Koran PR
diketik ulang oleh : Rina Rahayu Bidan C

ISBD

BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap menit seorang ibu meninggal karena penyebab yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Dari setiap ibu yang meninggal tersebut, diperkirakan ada 100 wanita yang selamat saat bersalin tetapi mengalami kesakitan, cacat atau kelainan fisik akibat komplikasi kehamilan. Secara keseluruhan diperkirakan bahwa setiap tahunnya 585.000 wanita meninggal akibat kehamilan dan persalinan; 99% dari kematian tersebut terjadi di negara berkembang.

Perdarahan Post Partum

Perdarahan post partum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml selama 24 jam setelah anak lahir termasuk perdarahan karena retensio plasenta.
Perdarahan post partum adalah perdarahan dalam kala 4 lebih dari 500-600 cc dalam 24 jam setelah anak dan plasenta lahir (Prof.Dr Rustam Mochtar, MPH, 1998).
Perdarahan post partum adalah Hilangnya darah lebih dari 500 ml dalam 24 jam pertama setelah lahirnya bayi (Williams, 1998).

Perdarahan post partum di klasifikasikan menjadi 2 yaitu :
1. Early post partum : Terjadi 24 jam pertama setelah bayi lahir
2. Late post partum : terjadi lebih 24 jam pertama setelah bayi lahir.

3 hal yang harus diperhatikan dalam menolong persalinan dengan komplikasi perdarahan post partum :
oMenghentikan perdarahan
oMencegah timbulnya syock
oMengganti darah yang hilang

Hal-hal yang dicurigai akan menimbulkan perdarahan pasca persalinan:
Riwayat persalinan yang kurang baik misalnya :
1. Riwayat perdarahan pada persalinan yang terdahulu
2. Grande multipara (Lebih dari 4 anak)
3. Jarak kehamilan yang dekat (kurang dari 2 tahun)
4. Bekas operasi sesar
5. Pernah abortus sebelumnya

Gejala klinis berdasarkan penyebab Atonia Uteri:
Gejala yang selalu ada :
Uterus tidak berkontraksi dan lembek,perdarahan segera setelah anak lahir

Gejala yang kadang-kadang timbul
Syok (tekanan darah rendah), denyut nadi cepat dan kecil, ekstremitas dingin, gelisah, mual dan lain-lain.

Adapun factor predisposisi terjadinya atonia uteri :
Umur, paritas, partus lama dan partus terlantar, obstretri operatif dan narkosa, uterus terlalu regang dan besar misalnya pada gemeli, hidramnion atau janin besar, kelainan pada uterus seperti mioma uteri,uterus coupelair pada solusio plasenta,factor social ekonomi yaitu factor mal nutrisi.

Artikel Pertamaku

ternyata membuat blog itu tidak susah